Mengulang postingan awal yang belum fokus.Gambar yang nampak ini mungkin anda kira dari bahan kayu? Sepintas memang begitu. Akan tetapi, jika anda cermati dengan seksama maka anda akan menemukan bahwa ukiran tersebut bukanlah dari bahan kayu.
Ya. Ini adalah sebuah experimen kami. Yang mana seperti anda ketahui, apabila kita menempatkan ukiran kayu yang cantik dan tentu saja mahal di ruang luar tentu saja akan cepat rusak oleh panas dan hujan! Atau bahkan hilang dicuri orang.
Nah, dari kondisi itulah terpikir oleh kami untuk membuat ukiran yang tidak menggunakan bahan kayu, yang tentu saja harus lebih tahan dari berbagai kondisi luar baik panas maupun hujan, juga lebih murah!
Dari pemikiran itu, kami mencoba untuk mengutak-atik dari bahan pasir halus dan semen! Ternyata lebih mudah! Dan hasilnya? Sepertinya tidak jauh berbeda! Tentu saja dengan ornamen yang sederhana dan ukuran detailnya tidak terlalu kecil karena keterbatasan bahan pasir dan semen ini tidak memungkinkan untuk ornamen yang kecil dan rumit.
Setelah selesai semua bentuk ukiran tersebut, pertama kali kami menyemprotkan cat dasar berwarna putih, setelah kering disemprot ulang lagi sampai tiga kali sampai seluruh permukaan terlapisi warna putih terang.
Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan kami menggunakan amplas halus sebelum di pelitur / vernis.
Nah setelah seluruh permukaan ukiran tersebut halus sebagai finishingnya kami memilih plitur dengan warna coklat kemerahan, dengan menggunakan semprotan/ spet. Warna emas di beberapa titik sebagai sentuhan akhirnya menambah keindahan tersendiri seperti anda lihat pada gambar.
Selanjutnya, silahkan anda berinspirasi........mungkin di beranda teras anda memungkinkan untuk di renovasi seperti ini ya? Yang jelas tidak semahal ukiran kayu yang harus anda pesan dari Jepara atau dari Bali!
2 komentar: